Selasa, 23 Juli 2013

Khutbah Idul Fitri 1434 H Roby RendraTribuana



السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الله اكبر ... ... ... الله اكبر كبيرا والحمدلله كثيرا وسبحا ن الله بكرة واصيلا لا اله الاالله وحده صد ق وعده ونصر عبده واعز جنده وحزم الاحزاب وحده. لااله الاالله ولانعبد الااياه مخلصين له الدين ولوكره الكافرون ولوكره المشركون ولو كره المنافقون. لااله الاالله والله اكبر الله اكبر ولله الحمد.

الحمد لله, حمدا شاكر حمدا ناعم حمدا يوافى نعمه ويكافئ مزيده ياربنا لك الحمد كما ينبغي لجلال وجهك الكريم وعظيم سلطانك. اشهد ان لااله الاالله وحده لاشريك له, واشهد ان محمدا عبده ورسوله لانبي بعده. اللهم صلى وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه اجمعين, اما بعد فيا ايهاالحضرون اتقو الله حق تقاته ولا تموتن الا وانتم مسلمون.

 قال الله تعالى فى القران الكريم:
بسم الله الرحمن الرحيم
M÷ƒuäur& Ï%©!$# Ü>Éjs3ムÉúïÏe$!$$Î/ ÇÊÈ šÏ9ºxsù Ï%©!$# íßtƒ zOŠÏKuŠø9$# ÇËÈ Ÿwur Ùçts 4n?tã ÏQ$yèsÛ ÈûüÅ3ó¡ÏJø9$# ÇÌÈ ×@÷ƒuqsù šú,Íj#|ÁßJù=Ïj9 ÇÍÈ tûïÏ%©!$# öNèd `tã öNÍkÍEŸx|¹ tbqèd$y ÇÎÈ tûïÏ%©!$# öNèd šcrâä!#tãƒ ÇÏÈ tbqãèuZôJtƒur tbqãã$yJø9$# ÇÐÈ

وقال النبي صلى الله عليه وسلم:
بسم الله الرحمن الرحيم
 اذا مات ابن ادام انقطع عماله الا من ثلاث, صدقة جارية اوالعلم ينتفع به اوولد صالح يدعوله.

صدق الله العظيم




الله اكبر... ولله الحمد
            Bergema suara takbir menghiasi jagad raya membuat pendengaran kita menjadi indah. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang masih mengizinkan kita untuk mendengarkan kalimat takbir yang begitu indah. Allah yang Maha Pengasih yang masih memberikan kesempatan yang sangat berarti di dalam kehidupan ini. Dengan dipimpin oleh seorang Imam kemudian diikuti oleh Makmum, gema taqbir sangat menyentuh bagi tiap-tiap yang berperasaan. Takbir yang bergema keangkasa raya, menembus kepermukaan bumi, mendaki gunung yang tinggi, menuruni lembah yang dalam, menyeberangi samudera lepas dan melintasi sahara yang luas. Bahkan tumbuh-tumbuhan dan hewan ikut serta mengucapkan kalimat takbir  kepada Allah, dan senantiasa mendoakan umat mukmin dengan cara mereka sendiri.
Kita ingat, dahulunya kita masih bisa berjabat tangan dan berpelukan bersama-sama orang yang kita cintai dan yang kita sayangi, masih bisa menyantap sahur dan berbuka puasa bersama mereka, tetapi karena semuanya milik Allah dan akan kembali kepadaNya, Ia telah mengambil mereka dari pandangan bahkan dari pangkuan kita. Orang yang kita cintai telah menghadap Allah SWT. Sehingga mereka tidak bisa lagi merayakan Idil Fitri bersama-sama dengan kita pada Syawal tahun ini. Dengan segala permohonan dan harapan kita kepada Allah, Semoga Allah memberikan kemudahan kepada mereka yang ada dikubur sana dan mengampuni dosa-dosa yang pernah mereka lakukan semasa hidup didunia.

الله اكبر... ولله الحمد

Dengan Rahmat Allah SWT, sehingga Ia menurunkan seorang Nabi dan Rasul untuk membawa Umat kejalan yang selamat. Pada tanggal 12 Rabi’ul Awwal yang dikenal pada tahun gajah, seorang Putra dari keturunan yang sholeh dan sholehah dilahirkan keatas dunia. Ia lahir dalam keadaan yatim, tetapi meskipun demikian, Ia bisa tumbuh dan dibesarkan dalam suasana yang penuh dengan kesederhanaan serta nuansa yang berpendidikan. Muhammad bin Abdullah namanya, yang telah membawa kalimat Tauhid kepermukaan bumi. Sehingga berkat perjuangan Beliaulah, agama Islam masih berdiri dan jaya sampai saaat ini. Tiada Syafaat dan pertolongan yang bisa kita harapkan dihari akhirat kelak, selain dari Syafaat baginda nabi besar Muhammad SAW.
Ketahuilah Kaumuslimin, ketika Nabi Adam As ingin menikahi Siti Hawa, maka Adam As harus minta izin kepada Allah SWT. Dengan memenuhi syarat dari Allah, yaitu maskawin berupa bershalawat sebanyak 10 kali kepada Nabi Muhammad SAW. Kita ketahui, padahal Baginda Nabi Muhammad belum lahir pada waktu itu, namun Nabi Adam As sudah dianjurkan untuk bershalawat kepadanya. Bahkan shalawat kepada Nabi Muhammad dijadikan hal yang terpenting pada waktu itu, yakninya sebuah maskawin untuk menikahi Siti Hawa. Apalagi kita yang mengaku sebagai umatnya, kita sudah diselamatkan dari lembah kejahilliyaan, kita sudah diselamatkan dari kehidupan yang penuh dengan kegelapan, tetapi masih sangat banyak diantara kita yang masih enggan untuk bershalawat kepadanya. Na’dzubillahimindzaalik, Mudah-mudahan kita tidak termasuk golongan yang demikian. Amin ya rabbal ‘lamin.

الله اكبر... ولله الحمد

Pagi ini, kita merayakan Idil Fitri, hari raya kesucian yang dinantikan kehadirannya oleh setiap insan yang beriman, dengan demikian kita kembali kepada fitrah, yaitu kemurnian dan kesucian. Kembali kepada kemurnian dan kesucian berarti kita kembali kepada suasana yang bersih telepas dari dosa dan kesalahan. Setiap orang yang melaksanakan puasa Ramadhan sesuai dengan petunjuk al-Qur’an dan as-Sunnah akan terlepas dosa dan kesalahannya, sehingga ia menjadi suci kembali, seperti bayi yang baru dilahirkan dari rahim ibunya. Kesucian yang telah kita peroleh dengan susah payah itu hendaklah terus dipertahankan sampai bulan-bulan berikutnya dengan meningkatkan iman dan takwa kita serta bertaqarub kepada Allah dengan tunduk dan patuh. Menunjuk sabda Rasulullah SAW yang artinya: “Ketika umat islam berpuasa Ramadhan, lalu keluar menuju tempat shalat Id, maka Allah SWT berfirman: Hai para MalaikatKu, setiap buruh pasti mengharapkan upahnya, dan Hamba-hambaKu, yakni orang-orang yang beriman yang berpuasa dibulan Ramadhan, lalu mereka keluar melaksanakan shalat Id, mereka menuntut upah mereka. Untuk itu saksikanlah, bahwa Aku benar-benar telah mengampuni mereka. Kemudian terdengarlah panggilan: Hai umat Muhammad, kembalilah kerumahmu masing-masing, setelah kalian melaksanakan shalat Id, Aku telah menukar semua keburukanmu dengan amalan baikmu. Allah berfirman: Hai Hamba-hambaKu, kalian telah berpuasa untukKu, berbuka juga karenaKu, untuk itu ketahuilah, Aku telah mengampuni semua dosa-dosamu”.
Alangkah besarnya penghormatan yang Allah berikan untuk kita selaku umat Muhammad SAW. Dia berikan satu bulan kepada kita untuk melaksanakan Ibadah yang bisa menghapus semua dosa dan kesalahan yang kita lakukan semenjak kita mulai balligh hingga sampai saat sekarang ini. Namun masih banyak diantara kita yang menyia-nyiakan penghormatan dari Allah tersebut, dan masih banyak diantara kita yang membiarkan Ramadhan lewat begitu saja, tanpa melakukan sesuatu yang berarti di dalamnya. Alangkah meruginya kita, yang tidak memanfaatkan Ramadhan kemaren dengan sebaik-baiknya. Sebab kita belum pasti bisa bertemu dengan Ramadhan yang akan datang. Bagi orang-orang yang menganggap Ramadhan bagaikan sebuah permata emas dan berlian, yang tidak mungkin mudah untuk didapatkan. Pasti mereka memanfaatkan Ramadhan kemaren dengan sebaik-baiknya, karena mereka tahu bahwa mereka akan rugi besar jika membiarkan Ramadhan lewat begitu saja, tanpa mengambil manfaat darinya.
Berbahagilah wahai hamba Allah yang telah berhasil melaksanakan puasa ramadhan sebulan penuh, pada hari ini kita boleh bergembira mencicipi buah manis dari buah puasa yang kita laksanakan, buah manis itu adalah لعلكم تتقون , Agar kamu menjadi orang yang bertaqwa. Ketaqwaan merupakan kemenangan puncak yang paling tingggi bagi orang yang melaksanakan ibadah puasa. Dia merasa bahagia dengan rahmat yang telah diberikan oleh Allah kepadanya, dan dia harus berani membagi kesenangan itu kepada orang lain. Maka sebagai saluran sesakit dan sesenang, sesuka dan seduka, Allah mewajibkan kepada seluruh hambaNya suatu ibadah, yaitu zakat fitrah. Sebagaimana yang tercantum di dalam Firmannya yang berbunyi:
خذ من اموالهم صدقة تطهرهم وتزكيهم بها
“Ambillah sedekah dari sebahagian harta mereka, justru dengan bersedekah akan mensucikan harta”.
Dengan adanya zakat fitrah, islam melapangkan jalan ukhuwah yang menghubungkan kaum hartawan yang dermawan dengan si miskin yang tak punya. Datanglah uluran tangan dari saudaranya yang seiman dan berlandaskan satu aqidah. Dengan demikian, segenggam tanah dihari raya ini, tidak akan ada lagi dibasahi oleh tetesan air mata orang miskin. Terlihat jelas wahai kaumuslimin, betapa tingginya nilai ibadah zakat itu, si kaya mendapatkan pahala dari harta yang diberikannya, dan kelapangan bagi si miskin dari kesempitan dan kesusahan hidupnya.
Selanjutnya, tidak jarang pula dihari ini, bila pikiran terbang melayang jauh, ibu bapak teringat akan anaknya yang jauh di rantau orang. Anak yatim teringat akan ayah bundanya yang sudah lama pergi, para janda teringat akan suaminya yang pernah menjalani kehidupan bahagia bersama semasa hidupnya, sehingga muncullah seribu satu kenangan dicela-cela kegembiraan. Sehingga berhari raya tidak sepenuhnya dapat dirasakan oleh mereka. Namun percayalah, bahwa semuanya itu akan tenteram kembali bila diiringi dengan hati yang taqwa, dan penuh kesabaran. Oleh karena itu, pakaian yang terindah pada hari ini adalah pakaian taqwa dengan hiasan syukur, tak obahnya bagaikan paket lebaran dari Allah untuk hamba-hambaNya yang benar-benar mengamalkan puasa sebulan penuh.

الله اكبر... ولله الحمد

Dalam suasana Hari Raya ini, masih ada beberapa hal yang harus kita renungkan, diantaranya yaitu, kita harus ikut memikirkan nasib dan penderitaan anak yatim dan fakir miskin. Jangan sampai hari ini semua kita bahagia, sementara anak yatim dan fakir miskin bermandikan air mata. Ingatlah ancaman Allah di dalam FirmanNya:
|M÷ƒuäur& Ï%©!$# Ü>Éjs3ムÉúïÏe$!$$Î/ ÇÊÈ šÏ9ºxsù Ï%©!$# íßtƒ zOŠÏKuŠø9$# ÇËÈ Ÿwur Ùçts 4n?tã ÏQ$yèsÛ ÈûüÅ3ó¡ÏJø9$# ÇÌÈ
“Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak mau  memberi makan orang miskin”.
Anak yatim dan fakir miskin adalah tanggung jawab kita bersama. Miskin dan kaya, kuat dan lemah adalah dua kenyataan yang tidak bisa kita pungkiri. Semuanya itu merupakan ujian dari Allah SWT kepada segenap HambaNya. Oleh karena itu, bagi si kaya yang mempunyai kelapangan hidup, bertanggung jawab dan berkewajiban untuk membantu si miskin. Kita harus bisa menginsafi dan meyakini diri bahwa apa yang kita miliki saat ini bukanlah milik kita pribadi secara hakiki, tapi ini merupakan titipan Allah buat sementara kepada kita, yang tiba saatnya nanti akan diambil Pemiliknya. Boleh jadi kita hari ini berzakat dan bersedekah, besok atau lusa belum tentu kita lagi yang akan menerima zakat atau sedekah dari orang.

الله اكبر... ولله الحمد

Hai anak-anak yatim, sebenarnya engkau menurut agama adalah orang yang kaya, semua laki-laki muslim adalah ayah yang bertanggung jawab terhadapmu. Semua muslimat adalah ibu yang akan membimbingmu. Tapi kenyataannya lain, sungguh malang nasibmu, kami sering lupa akan nasibmu, kami sibuk memikirkan urusan dan kebutuhan keluarga dan rumah tangga kami, engkau menjadi terlunta-lunta, nasibmu bagaikan buih ditengah lautan yang tak punya kekuatan dan kemampuan dan terombang ambing di dalam mengarungi kehidupan.
Dihari raya ini, teman-teman yang sebaya denganmu memakai pakaian yang serba baru dan indah, bersalaman dengan ayah dan bunda mereka. Tetapi bagaimana dengan nasibmu wahai anak yatim, pakaian baru mana yang akan engkau pakai? siapa yang akan mengenakkan pakaian baru pada tubuhmu yang lemah itu? Tangan siapa yang akan engkau cium untuk engkau salami? Disaat teman-teman sebayamu bahagia, bercanda dan bersuka ria dengan kedua orang tua mereka, dengan siapa engkau bagi rasa itu? Kaumuslimin, yang selalu terbayang oleh mereka adalah ayah dan bunda mereka yang sekarang telah hancur dikandung tanah. Keindahan bersama ayah dan bunda, hanya tinggal sebuah kenangan yang indah, yang takkan pernah terulang lagi dalam kehidupan mereka. Berlinanglah air mata mereka disaat mendengar seruan takbir yang kita kumandangkan hari ini.
Demikian juga nasibmu hai fakir dan miskin, janganlah pernah berputus asa dari rahmat Allah, yakinlah bahwa dibalik kesusahan itu kebahagiaan sudang menunggu. Tak ada pendakian yang tidak memiliki penurunan, tidak ada gelap tanpa dihadiri oleh cahaya terang, tabahkanlah hatimu dalam menghadapi ujian ini, janganlah karena kemiskinan menjerumuskanmu untuk berbuat maksiat kepada Allah SWT.
Kaumuslimin, kita telah mengetahui bagaimana susahnya kehidupan mereka para anak yatim, fakir dan miskin. Jangankan untuk mengenakkan pakaian yang baru ditubuh mereka pada hari yang suci ini, mengisi butiran makanan ke dalam perut mereka, merekapun merasa sangat kesusahan. Siapa yang akan ringan tangan kepada para fakir dan miskin, kalau tidak kita sebagai orang yang hidup diatas mereka. Siapa yang akan mengasihi anak yatim, kalau tidak kita selaku ayah dan ibu mereka? Cukuplah Kaumuslimin, Cukuplah! sudah satu tahun berlinang air mata mereka membasahi pipi-pipi mereka yang manis, sudah satu tahun mereka mengeluarkan air mata ketika waktu makan pagi, siang dan malam datang, tetapi mereka masih menangis karena kelaparan, janganlah tambah penderitaan mereka. Apakah dihari yang suci dan penuh kebahagiaan ini, kita masih membiarkan air mata mereka jatuh dengan percuma? Apakah kita masih tega dihari ini, ketika kita menghiasi wajah kita dengan senyuman dan kegembiraan bersama istri dan anak-anak kita, sementara mereka yang berjalan tanpa tujuan, berjalan terlunta-lunta menyaksikan orang-orang yang penuh dengan kegembiraan karena menikmati indahnya lebaran, sementara mereka hanya bisa menghiasinya dengan berduka cita, tanpa bisa ikut serta menikmati lebaran dengan kebahagiaan dan senyuman pula.
Sungguh sangat keterlaluan bagi kita yang tidak peduli terhadap nasib mereka. Ingatlah, bahwa kita tidak akan selamanya diatas. Hidup di dunia bagaikan sebuah roda, dan roda selalu berputar. Kadang dia dibawah, terkadang dia diatas. Mudah-mudahan, pada moment yang singkat ini kita bisa menyadari bahwa anak yatim, fakir dan miskin adalah tanggung jawab kita bersama, dan dengan menyadari tanggung jawab ini, mudah-mudahan kita tidak termasuk orang-orang yang mendustakan agama.

الله اكبر... ولله الحمد

Dengan datangnya Idil Fitri, maka suatu pihak akan kembali ketempatnya. Yaitu arwah sanak keluarga yang telah mendahului kita. Pada bulan Ramadhan, mereka dibebaskan pulang kerumah untuk mengunjungi sekaligus meminta bantuan dan kiriman do’a dari anak-anak, sanak saudara dan keluarganya. Mereka membawa sebuah kantong untuk menanti dan menerima oleh-oleh berupa do’a tersebut. Tapi apabila Khatib telah naik keatas mimbar, maka mereka akan kembali ketempat semula. Diantara mereka ada yang kembali dengan kantong kosong dan tangan yang hampa, karena keluarga mereka sama sekali tidak ingat akan keberadaan mereka dialam kubur sana, dan ada pula yang kembali dengan muka gembira dan bahagia, karena kantong yang mereka bawa berisi penuh, keluarga yang ditinggalkan ternyata masih suka bersedekah atas nama mereka dan masih selalu mendo’akan ampunan untuk mereka. Maka mereka yang kembali kekubur mereka dengan membawa kantong yang kosong, maka pada waktu itu mereka berucap kepada keluarganya: “Limpahkanlah kasih sayangmu kepada kami, dengan memberikan sedekah, kami sangat mengharapkan kasih sayang darimu. Seandainya kamu adalah orang yang kurang mampu, bacakanlah untuk kami surat Alfatihah. Adakah salah seorang dari kalian yang melimpahkan kasih sayang kepada kami? Masih ingatkah kalian pada kami yang sedang berada pada sehelai titipan papan ini? Wahai orang yang mendiami rumah kami, wahai orang yang menggantikan kami sebagai suami atau istri, kami sekarang sedang berada dalam kesempitan kubur, berilah pahala dari sepotong rotimu, sedekahkanlah kepada orang yang sedang kelaparan, dan niatkan pahalanya untuk kami, jangan lupakan kami dari do’amu. Sesungguhnya kami sangat mengharapkan sedekah dan do’a darimu”.
Kaumuslimin, mayat didalam kubur itu tak ubahnya seperti seseorang yang karam ditengah lautan yang dalam dan luas, yang senantiasa memanggil-manggil orang yang berada didaratan atau ditepi lautan. Bantuan do’a dan sedekah itulah yang lebih berharga bagi mereka daripada dunia dan seisinya. Barangkali dapat kita bayangkan, seorang ayah dan ibu yang menjerit memanggil-manggil anaknya, yang berdiri dipinggir pantai, sementara ayah dan ibunya meminta tolong dari tengah lautan luas yang sedang terapung-apung akan mengalami tenggelam. Seandainya Allah membukakan hijab untuk kita, niscaya kita akan mendengar jeritan kesakitan mereka didalam kubur sana, dan kita akan mendengar mereka yang sedang meratap dan memanggil-manggil keluarganya untuk meminta bantuan berupa do’a.
Alangkah beruntungnya bagi arwah yang membawa penuh kantong sedekahnya kembali kekubur, karena anak-anak dan keluarga yang ia tinggalkan ternyata masih ingat akan keberadaannya dialam sana. Tetapi sebaliknya, alangkah malangnya bagi mereka yang pulang kembali kekubur mereka dengan kantong kosong dan tangan yang hampa, tidak membawa oleh-oleh apapun dari kunjungan mereka kepada anak-anak dan keluarga yang mereka tinggalkan.
Kaumuslimin Hamba Allah yang berbahagia, demikianlah uraian khutbah kita pada pagi yang cerah ini, semoga kita mendapat prediket yang bertaqwa kepada Allah SWT. Amin ya Rabbal ‘alamin.

فاعتبروا يا اولى الابصار لعلكم ترحمون


الله اكبر .... ...  الله اكبر كبيرا والحمدلله كثيرا وسبحا ن الله بكرة واصيلا لا اله الاالله وحده صد ق وعده ونصر عبده واعز جنده وحزم الاحزاب وحده. لااله الاالله ولانعبد الااياه مخلصين له الدين ولوكره الكافرون ولوكره المشركون ولو كره المنافقون. لااله الاالله والله اكبر الله اكبر ولله الحمد.

الحمد لله رب العالمين, نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذباالله من شرور انفسنا ومن سيات اعمالنا من يهدله فلا مضلله ومن يضلله فلا هاديله, اشهد ان لااله الاالله وحده لاشريك له, واشهد ان محمدا عبده ورسوله لا نبي بعده. اللهم صلى وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه اجمعين, اما بعد فيا ايهاالحضرون اتقو الله حق تقاته ولا تموتن الا وانتم مسلمون.
         
 قال الله تعالى فى القران الكريم:
بسم الله الرحمن الرحيم
M÷ƒuäur& Ï%©!$# Ü>Éjs3ムÉúïÏe$!$$Î/ ÇÊÈ šÏ9ºxsù Ï%©!$# íßtƒ zOŠÏKuŠø9$# ÇËÈ Ÿwur Ùçts 4n?tã ÏQ$yèsÛ ÈûüÅ3ó¡ÏJø9$# ÇÌÈ ×@÷ƒuqsù šú,Íj#|ÁßJù=Ïj9 ÇÍÈ tûïÏ%©!$# öNèd `tã öNÍkÍEŸx|¹ tbqèd$y ÇÎÈ tûïÏ%©!$# öNèd šcrâä!#tãƒ ÇÏÈ tbqãèuZôJtƒur tbqãã$yJø9$# ÇÐÈ

وقال تعالى في اية الاخرى
بسم الله الرحمن الرحيم:
ان الله وملائكته يصلون على النبي ياايها الذين امنوا صلو عليه وسلموا تسليما.

اللهم صلى على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد, كما صليت على سيدنا ابراهيم وعلى ال سيدنا ابراهيم, الى اخر......

اللهم اغفرللمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤ منات الاحياُ منهم والاموات برحمتك يا ارحم الراحمين. اللهم اغفر لنا ذنوبنا ولوالدينا وارحمهما كما ربيانا صغيرا.

Ya Allah, Engkau beri kami mata, tapi kami sering gunakan untuk melihat yang tidak pantas kami lihat. Engkau beri kami telinga, tapi kami sering gunakan untuk mendengar kata sia-sia. Engkau beri kami lidah, tapi kami sering gunakan untuk berbohong dan menggunjing orang lain. Engkau beri kami tangan, tapi kami sering gunakan untuk menzalimi orang lain dan menzalimi diri kami sendiri. Engkau beri kami kaki, tapi kami sering gunakan untuk melangkah menuju ke tempat maksiat. Engkau beri kami akal, tapi akal itu jarang kami gunakan untuk memikirkan bagaimana berhukum dengan syari'atmu, akal kami yang liar justru sering kami pakai untuk memikirkan hal-hal yang kotor dan licik.
Ya Allah, Engkau beri kami usia hingga setua ini, tapi kami sering lalai hingga usia itu berlalu dengan percuma. Nafas demi nafas engkau berikan, tapi tidak menjadi amal apapun jua bagi kami. Langit yang kau ciptakan sebagai atap, jarang mengingatkan kami kepada keagunganMu.
            Ya Allah, kami tidak sanggup ya Allah, bila detik-demi-detik yang telah Kau berikan, di akhirat nanti menuntut mengapa waktu itu selama ini kami sia-siakan. Bila setiap udara oksigen-Mu yang pernah kami hirup dengan cuma-cuma, di hari kiamat nanti menuntut kami, mengapa dia kami gunakan untuk maksiat kepada-Mu ya Allah. Bila bumi yang perkasa menghimpit kami di alam kubur, karena selama di dunia kami dengan congkak dan sombong berjalan di punggungnya.
Ya Allah, Orang tua sangat menyayangi kami, tapi kami hampir tak pernah membalas budi mereka. Ibu yang dengan ikhlash mengandung kami di dalam rahimnya selama 9 bulan, maka selama itu pulalah ayah kami merasa khawatir yang bersangatan. Namun kami sering melupakan itu ya Allah, suara kami sering tinggi melebihi suara mereka, mereka yang sedang menjerit di alam kubur, tetapi kami masih enak-enakan berfoya-foya di dunia yang fana’ ini. Sehingga kami selalu melupakan keberadaan mereka yang sedang kehausan, yang sedang kesakitan di alam sana ya Allah.
Ya Allah, ampuni dosa kami ya Allah… dosa kedua orang tua kami ya Allah, sayangi mereka sebagaimana mereka menyayangi kami ketika kami kecil. Ya Allah, jangan jadikan kami sebagai orang yang mendustakan agamamu ya Allah, yang tidak memperdulikan nasib anak yatim, para fakir dan miskin. Jadikanlah kami orang yang selalu menyayangi mereka ya Allah. Supaya kami termasuk golongan orang-orang yang beruntung.

ربنا ظلمنا انفسنا وان لم تغفرلنا وترحمنا لنكونن من الخاسرين.
 ربنا اتنا فى الدنيا حسنة وفى الاخرة حسنة وقنا عذاب النار.

عبادالله, ان الله يأ مروا باالعدل والاحسان, وايتاءذ القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي, يعيظكم لعلكم تذكرون, والحمد لله رب العالمين.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar